Empat Flyover Tegal dan Brebes Siap untuk Mudik Lebaran 2017

Sebagai antisipasi mengurangi kemacetan saat arus mudik lebaran 2017, kementerian PUPR mengebut pembangunan 4 (empat) flyover yang berlokasi di Tegal dan Brebes. Flyover yang melintasi perlintasan kereta tersebut ditargetkan dapat digunakan pada 15 Juni 2017 atau H-10 sebelum lebaran, lokasinya di Klonengan, Dermoleng, Kretek, dan Kesambi

Berada tepat pada ruas jalan Tegal - Purwokerto atau biasa dilalui kendaraan dari Pantura menuju lintas tengah dan selatan Jawa. Total panjang keempat flyover tersebut 2,8 Km dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 350 miliar dimana biaya konstruksi sebesar Rp 316 miliar dan sisanya untuk kontrak supervisi.

Pembangunan flyover sangat penting untuk membantu mengurangi kemacetan saat arus mudik akibat penutupan jalan ketika kereta api melintas. Sehingga dengan adanya flyover tersebut akan mengurangi antrian yang signifikan, imbasnya lalu lintas mudik semakin lancar.

Setiap harinya terdapat 70 kali perlintasan kereta api, dimana setiap melintas memakan waktu lima menit atau per harinya mencapai enam jam untuk penutupan jalan. Ketika arus mudik, terjadi peningkatan perlintasan kereta api menjadi sekitar 92 kali perhari atau lebih dari lebih dari 7 jam pemberhentian dalam sehari.


  1. Flyover Dermoleng sepanjang 500 meter ditangani oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk-CDI KSO dengan nilai kontrak Rp 64 miliar.
  2. Flyover Klonengan sepanjang 1.050 meter, ditangani oleh kontraktor PT Hutama Karya dengan nilai kontraknya mencapai Rp 112 miliar.
  3. Flyover Kesambi dengan panjang 470 meter ditangani oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 58 miliar.
  4. Flyover Kretek dengan panjang 700 meter yang juga ditangani oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 82 miliar.
Salah satu teknologi yang digunakan untuk mempercepat penyelesaian flyover adalah teknologi corrugated mortar busa (beton ringan) di Flyover Klonengan yang sebelumnya pernah digunakan di flyover Antapani - Bandung.

Untuk mengejar target penggunaan pekerjaan dilakukan kontinu selama 24 jam. Per April 2017 progress pembangunan keempat flyover tersebut : flyover Dermoleng 61 persen, Klonengan 82 persen, Kesambi 70 persen dan Kretek masih 40 persen.

0 comments:

Post a Comment