Pergerakan Harga Pertamax dan Pertalite

Pertamax dan Pertalite merupakan Jenis BBM Umum produksi Pertamina yang tidak diberikan subsidi. Pertalite memiliki kadar Reseach Oktan Number (RON) 90, sedangkan Pertamax mempunyai kadar RON 92.

Sesuai ketentuan harga Pertalite dan Pertamax ditetapkan secara berkala oleh Badan Usaha dalam hal ini pihak korporasi Pertamina dan dilaporkan kepada menteri ESDM.

Harga BBM jenis ini ditentukan berdasarkan harga dasar ditambah PPN dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) ditambah margin paling rendah 5% dan paling tinggi 10%.

Harga dasar menggunakan rata-rata harga indeks pasar dan nilai tukar rupiah terhadap USD dengan kurs beli Bank Indonesia.

Rujukan penetapan harga BBM non subsidi berdasarkan standar harga minyak (crude oil) di bursa Singapura atau MOPS (Mid Oil Platts Singapore). MOPS adalah acuan harga untuk transaksi minyak di kawasan Asia yang dibuat oleh Platts yaitu anak perusahaan McGraw Hill.

Pertamina setiap 2 minggu sekali selalu menetapkan harga BBM Non Subsidi termasuk Pertamax dan Pertalite berdasarkan harga dasar dan formula di atas. Waktu 2 (dua) minggu ini mengikuti harga input MOPS.
Pergerakan Harga Pertamax dan Pertalite 1 Tahun Terakhir


Harga per 5 Januari 2017

Pertamina menaikkan harga Pertamax dan Pertalite yang berlaku mulai tanggal 5 Januari 2017 pukul 00.00 WIB. Jumlah kenaikan sebesar Rp 300 berlaku untuk semua jenis BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertalite.

Harga Pertamax di Jawa Bali ditetapkan Rp sebesar Rp 8.050 per liter dari semula Rp 7.750 per liter. Sedangkan Pertalite menjadi Rp 7.350 per liter dari sebelumnya Rp 7.050 per liter.

Harga Jenis BBM Umum wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten :
  1. Pertamax Rp 8.050 
  2. Pertalite Rp 7.350 
  3. Pertamax PLUS Rp 8.750 
  4. Pertamina DEX Rp 8.400 
  5. Dexlite Rp 7.200 
  6. Pertamax Turbo Rp 9.050



Harga Jenis BBM Umum per Provinsi 
(per 5 Januari 2016)

0 comments:

Post a Comment