Kondisi Jembatan Cisomang Tol Purbaleunyi

Siaran Pers Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Jumat (23/12) pagi.

Menindaklanjuti rekomendasi Komisi, Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan terhadap penanganan Jembatan Cisomang, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. PT Jasa Marga (Persere) Tbk agar melakukan pemeriksaan secara detail, memonitor selama 24 jam dan segera melakukan penanganan kerusakan struktur Jembatan Cisomang dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

2. Terkait penanganan sebagaimana butir 1 (satu) diatas kendaraan golongan II, III, IV dan V tidak diperkenankan melintasi Jembatan Cisomang dengan pengalihan sementara sebagat berikut :

a. Kendaraan dari arah Jakarta menuju Bandung keluar di Gerbang Tol Sadang (Km 75+200) atau Gerbang Tol Jatiluhur (Km 84+600) dan dapat masuk kernbali ke jalan to) melalui Gerbang Tol Padalarang (Km 121+400).

b. Kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta keluar Gerbang Tol Padalarang (Km 121+400) atau Gerbang Cikamuning (Km 116+700) dan rnasuk kembali ke jalan to) melalui Gerbang Tol Sadang (Km 75+200) atau Gerbang Tot Jatiluhur (Km 84+600).

3. Sejalan dengan pengalihan arus lalu lintas diatas, PT Jasa Marga (Persero) Tbk agar melakukan sosialisasi antara lain melalui Variable Message Sign (VMS), media cetak dan elektronik serta berkoordinasi dengan instansi yang terkait.

4. PT Jasa Marga (Persero) Tbk wajib melaporkan penangan kerusakan Jembatan dan pengalihan arus lalu lintas sebagaimana tertuang dalam butir 1 (satu) dan 2 (dua) termasuk melakukan pemantauan terhadap seluruh kondisi Jembatan yang terdapat pada jalan to) Cikampek - Purwakarta - Padalarang.

5. Pengalihan arus lalu lintas sebagaimana dimaksud pada butir 2 (dua) diatas berlaku sejak Hari Jumat, Tanggal 23 Desember 2016 pukul 00.00 WIB selama 3 (tiga) bulan dan akan dievaluasi secara periodik.

Kondisi Jembatan Cisomang










DATA VOLUME DAN SUMBU KENDARAAN

  1. 1.Jenis kendaraan truk terbanyak adalah kelompok truk 2 sumbu (jumlah sample sekitar 1.500 – 6.000 kendaraan dengan berat rata-rata sekitar 10 ton untuk lajur 1 dan 9 ton untuk lajur 2.
  2. Profil beban sumbu kendaraan terberat untuk lajur 1 ruas jalan tol PURBALEUNYI arah Bandung adalah kendaraan semi trailer enam sumbu, dengan berat total rata-rata sebesar 53,630 Ton.
  3. Untuk kendaraan terberat lajur 2 ruas Jalan Tol PURBALEUNYI arah Bandung adalah kendaraan semi trailer enam sumbu, dengan berat rata-rata sebesar 64,568 Ton.
  4. Data berat rata-rata sumbu kendaraan yang melebihi 10 ton pada lajur 1 terjadi untuk seluruh jenis kendaraan truk, persentase tertinggi berat sumbu terjadi pada jenis kendaraan truk 3 sumbu 65.84% atau sekitar 837 sampel pada sumbu kedua dari total sample sebanyak 1.326 sampel, Sedangkan untuk lajur 2, jenis kendaraan truk lain dengan berat sumbu melebihi 10 ton adalah jenis trailer 5 sumbu dengan persentase melebihi 10 ton sebanyak 10,34% atau sebanyak 9 kejadian dari total sample sebanyak 15 kendaraan.
  5. Data antrian dan berat keseluruhan kendaraan dalam antrian dalam suatu gelagar pada ruas PURBALEUNYI arah Bandung memperlihatkan bahwa berat tertinggi yang terjadi sebesar 165,668 ton dan terjadi hanya 1 kali dari 319 pola kejadian antrian. Sedangkan berat untaian atau antrian kendaraan yang paling sering terjadi adalah sebesar 41,070 ton.
  6. Volume kendaraan harian rata-rata ruas PURBALEUNYI arah Bandung sekitar 27.000 kendaraan per hari. Data hasil pencacahan memperlihatkan sebesar 25.853 kendaraan pada pencacahan hari pertama dan 27.480 kendaraan pada pencacahan hari kedua.

Hasil Pengukuran Pilar

  • Pada pilar kedua (P2) ditemukan bahwa besarnya pergeseran pada puncak pilar P2 telah melebihi toleransi yang disyaratkan walaupun vibrasi jembatan masih dalam ambang batas aman;
  • Menindaklanjuti arahan dari Menteri PUPR, Direktur Jenderal Bina Marga meminta kepada BPJT sebagai regulator jalan tol dan PT. Jasa Marga sebagai operator jalan tol untuk segera menerapkan pembatasan lalu lintas di Jembatan Cisomang hanya untuk golongan I saja;
  • Pengguna jalan tol di luar golongan I dari arah Jakarta menuju Bandung dapat keluar di gerbang tol Jatiluhur KM 84 dan menggunakan jalan nasional menuju Padalarang;
  • Pengguna jalan tol di luar golongan I dari arah Bandung menuju Jakarta dapat keluar di gerbang tol Cikamuning KM 116 dan menggunakan jalan nasional kemudian dapat masuk kembali ke jalan tol di gerbang tol Jatiluhur KM 84;
  • Sebagai tindakan preventif, KKJTJ juga meminta BPJT dan PT. Jasa Marga untuk menempatkan petugas di jembatan tersebut agar apabila kondisi jembatan tidak aman, petugas tersebut yang bekerja penuh dan dapat segera menghentikan lalu lintas melewati jembatan tersebut BPJT dan PT. Jasa Marga berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan dalam pengaturan lalu lintas agar pembatasan lalu lintas di Jembatan Cisomang tidak berdampak pada kemacetan yang berlebihan.
  • Untuk saat ini telah dilakukan injection grouting, wrapping, dan persiapan dan pelaksanaan bore pile pada pilar P2.
  • Berkaitan dengan pembatasan lalu lintas ini, Menteri PUPR menyatakan bahwa pembatasan ini dilakukan untuk melindungi keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama.

0 comments:

Post a Comment