Proyek Palapa Ring Selesai Tahun 2018


Proyek Palapa Ring merupakan pengembangan jaringan telekomunikasi ke 57 kabupaten/kota yang belum memiliki jaringan telekomunikasi, dengan menggunakan Sistem Komunikasi Kabel Laut (“SKKL”), Sistem Komunikasi Serat Optik (“SKSO”).

Proyek ini dirancang untuk menyalurkan layanan broadband ke pengguna akhir dengan kecepatan bit transfer sekurang-kurangnya 10 Mbps di pedesaan dan 20 Mbps di perkotaan. Pelaksanaan proyek dilakukan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Manfaat Proyek Palapa Ring
  1. Sebagai backbone telekomunikasi nasional yang mendukung ketahanan nasional dari segi akses informasi, serta pengembangan jaringan telekomunikasi tetap (fixed) dan seluler (mobile).
  2. Mewujudkan pemerataan dan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi;
  3. Terwujudnya penyediaan jasa akses Teknologi Informasi dan Komunikasi (“TIK”);
  4. Terwujudnya pengembangan TIK khususnya pada daerah yang belum tersedia akses informasi dan komunikasi.
Proyek Palapa Ring 2


Proyek Palapa Ring adalah proyek pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional yang ditujukan demi pemerataan akses pitalebar (broadband) di Indonesia.

Ruang lingkup Proyek Palapa Ring :
  1. Melayani daerah non-financially feasible (tidak layak secara bisnis/keuangan);
  2. Pemerintah berperan menyediakan penjaminan;
  3. Distruktur sebagai PPP/Kerjasama Pemerintah Badan Usaha; dan
  4. Merupakan proyek PPP pertama di sektor telekomunikasi.

Paket Proyek Palapa Ring


Proyek Palapa Ring melayani 57 kabupaten/kota di Indonesia, terbagi menjadi:
  1. Paket Barat menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 km;
  2. Paket Tengah menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km; dan
  3. Paket Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua, (sampai dengan pedalaman Papua) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 6.300 km.
Palapa Ring 2

Target penyelesaian Proyek Palapa Ring pada akhir tahun 2018. Pada 1 Januari 2019 mulai beroperasi sepenuhnya.

Pengumuman Pemenang Lelang untuk masing-masing Paket sebagai berikut:
  1. Paket Barat dimenangkan oleh Konsorsium Mora Telematika Indonesia – Ketrosden Triasmitra dengan penguasaan PT. Moratelematika Indonesia → 90% dan PT. Ketrosden Triasmitra → 10%
  2. Paket Tengah dimenangkan oleh Konsorsium Pandawa Lima yang terdiri atas PT LEN (Ketua Konsorsium) → 51% , PT Teknologi Riset Global Investama (TRG) → 34%, PT Sufia Technologies → 5%, PT Bina Nusantara Perkasa (BNP) → 5%, PT Multi Kontrol Nusantara → 5%
  3. Paket Timur ditunda dan perlu dilakukan penyiapan ulang karena kompleksitas profil medan di wilayah Timur.

0 comments:

Post a Comment