Kompensasi Keterlambatan Penerbangan

Kompensasi Keterlambatan Penerbangan

Keterlambatan penerbangan pada badan usaha angkutan udara niaga berjadwal terdiri dari:
  • Keterlambatan penerbangan (flight delayed)
  • Tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding passenger) dan
  • Pembatalan penerbangan (cancelation of flight).
Keterlambatan penerbangan dikelompokkan dalam 6 (enam) kategori keterlambatan, yaitu:
  • Kategori 1, keterlambatan 30 menit s/d 60 menit
  • Kategori 2, keterlambatan 61 menit s/d 120 menit
  • Kategori 3, keterlambatan 121 menit s/d 180 menit
  • Kategori 4, keterlambatan 181 menit s/d 240 menit
  • Kategori 5, keterlambatan lebih dari 240 menit dan
  • Kategori 6, pembatalan penerbangan
Faktor yang menyebabkan keterlambatan penerbangan meliputi:
  • Faktor manajemen airline
  • Faktor teknis Operasional
  • Faktor cuaca dan
  • Faktor Lain-lain.
Faktor manajemen airline adalah faktor yang disebabkan oleh maskapai penerbangan, meliputi:
  • Keterlambatan pilot, co pilot, dan awak kabin
  • Keterlambatan jasa boga (catering)
  • Keterlambatan penanganan di darat
  • Menunggu pen um pang, baik yang baru melapor (check in), pindah pesawat (transfer) atau penerbangan lanjutan (connecting flight) dan
  • Ketidaksiapan pesawat udara.
Maskapai penerbangan bertanggungjawab atas keterlambatan yang disebabkan faktor manajemen airlines. Selain itu maskapai penerbangan wajib memberikan kompensasi sesuai dengan kategori keterlambatan yakni :
  1. Kategori 1, keterlambatan 30 menit s/d 60 menit berupa minuman ringan.
  2. Kategori 2, keterlambatan 61 menit s/d 120 menit berupa minuman dan makanan ringan (snack box)
  3. Kategori 3, keterlambatan 121 menit s/d 180 menit berupa minuman dan makanan berat (heavy meal)
  4. Kategori 4, keterlambatan 181 menit s/d 240 menit berupa minuman, makanan ringan (snack box), makanan berat (heavy meal)
  5. Kategori 5, keterlambatan lebih dari 240 menit dan kompensasi berupa ganti rugi sebesar Rp. 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah)
  6. Kategori 6, pembatalan penerbangan badan usaha angkutan udara wajib mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket)

0 comments:

Post a Comment